Soga Biliyan Jaya

Assalammualaikum.................WR.......................WB.............. Nama saya Soga Biliyan Jaya, saya tinggal di Provinsi Aceh Kab. Nagan Raya Kec. Daru...

Selengkapnya

SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN

Jurnal Metodelogi Penelitian

MAHASISWA PENDIDIKAN GURU MADRASAH IBTIDAIYAH

FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI AR-RANIRY

Halaman, 01 s.d 26

SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN 01

Dosen Pembimbing

DR. SAIFULLAH, S.AG., M.AG.

Di Susun

1SOGA BIIYAN JAYA & 2NOURA IKLIMA

1Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

E-mail : biliyanjaya33@gmail.com

2Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan UIN Ar-Raniry Banda Aceh

E-mail : -

Abstract : Paper Seminar Proposal Research 01, aims to assist final students in completing studies in college. To obtain an undergraduate degree the final student must undertake a research action whereby the final assignment of the final student, in general, to undertake research there are rules in the manufacturing process whereby a study must be critical and analytical, contain appropriate concepts and theories, , rational (sensible), objective, consistent in outlining, explaining, concise and concise brief sentences and coherence (interrelated hooks). And not only that, the correct proposals generally define, clear objectives and problems, detailed techniques and procedures, the research objectivity of the sample to be used, the shortcomings in the study should be expressed openly and honestly, the degree of validity and reliability of the data, conclusions related to research conducted, objectivity or phenomena in accordance with the ability, experience and motivation of researchers. This research proposal aims to find out to what extent the knowledge of students in academic, be it cognitive, psychomotor, and afectis they have taken in the lecture bench, with the proposal of this research will certainly hone the skills of students in their academic

Keywords : Proposal seminar, research proposal, research sketma

Abstrak : Makalah Seminar Proposal Penelitian 01, bertujuan untuk membantu mahasiswa akhir dalam menyelesaikan studi di perguruan tinggi. Untuk memperoleh gelar sarjana mahasiswa akhir harus melakukan suatu tindakan penelitian dimana adalah tugas terakhir mahasiswa akhir, secara umum, untuk melakukan penelitian ada aturan-aturan dalam proses pembuatannya dimana sebuah penelitian harus bersifat kritis dan analitis, memuat konsep dan teori yang tepat, menggunakan istilah tepat, rasional (masuk akal), objektif, konsistensi dalam menguraikan, menjelaskan, kalimat singkat padat dan jelas dan koherensi (saling kait mengkaitkan). Dan tidak hanya itu saja proposal yang benar secara umum mengkacup, tujuan dan masalah yang jelas, teknik dan prosedur yang rinci, obyektifitas penelitian akan sampel yang ingin digunakan, kekurangan dalam penelitian harus diungkapkan secara terbuka dan jujur, tingkat kevaliditas dan kehandalan data cermat, kesimpulan yang terkait dengan penelitian yang dilakukan, obyektifitas atau fenomena sesuai dengan kemampuan, pengalaman dan motivasi peneliti. Proposal penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampai dimana batas pengetahuan mahasiswa dalam akademik, baik itu kognitif, psikomotor, dan afektis yang sudah mereka tempuh dalam bangku perkuliahan, dengan adanya proposal penelitian ini tentu akan mengasah keterampilan mahasiswa dalam akademik merekaSoga Biliyan Jaya & Noura Iklima : Seminar Proposal Penelitian…

Diadakan untuk mengasah skill dan mengembangkan kompetensi diri mahasiswa agar bisa menjadi manusia utuh sesuai harpan bangsa.

Keyword : Seminar proposal, proposal penelitian, sketma penelitian

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pada dasarnya penelitian (riset) merupakan penyelidikan secara sistematik untuk menjawab pertanyaan atau memecahkan masalah melalui penerapan metode ilmiah. Yang dimaksud dengan metode ilmiah adalah metode kerja ilmuwan yang merupakan suatu siklus proses berpikir secara induktif (dari observasi menuju teori) dan deduktif (dari teori menuju implikasi-implikasi logisnya). Bila metode ilmiah tersebut diterapkan pada persoalan tentang proses belajar-mengajar dalam, maka yang terjadi adalah penelitian pembelajaran.

Sejak penelitian direncanakan, peneliti perlu mengkomunikasikan rencananya kepada pihak luar untuk memperoleh masukan. Apalagi apabila penelitian tersebut didanai pihak luar atau perlu memperoleh persetujuan dari lembaga pendidikan, adanya rencana penelitian yang tertulis menjadi keharusan. Rencana penelitian tertulis yang menggambarkan latar belakang penelitian, permasalahan yang diteliti, tujuan dan manfaat penelitian, serta prosedur pelaksanaan penelitian, dinamakan usulan penelitian, yang lebih populer disebut “proposal penelitian”.[1]

Kemampuan menyusun proposal penelitian sangat penting untuk merencanakan dan mengusulkan suatu kegiatan atau proyek penelitian. Secara umum ada aturan-aturan, baik yang bersifat metodologis maupun teknis dalam menyusun proposal. Aturan-aturan itu pada umumnya bersifat universal, meskipun untuk hal-hal tertentu yang bersifat teknis ada yang harus disesuaikan dengan kebutuhan lembaga-lembaga tertentu. Dalam kaitannya dengan penyelesaian studi di perguruan tinggi, penyusunan proposal penelitian adalah langkah awal seorang mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjananya, oleh karena itu seorang mahasiswa bermaksud menyusun suatu skripsi (S1), tesis (S2), dan disertasi (S3). Melihat begitu urgennya dalam menyusun proposal penelitian, maka akan dipelajari tentang proposal penelitian.

Atas dasar tersebut, proposal penelitan memiliki peran dan andil yang cukup besar bagi mahasiswa dalam menyelesaikan studi di Perguruan Tinggi. Sebab, dengan menyelesaikan proosal penelitian seorang mahasiswa akan memperoleh gelar sarjananya. Dalam perspektif ini tentu akan bermanfaat bagi mahaiswa terhadap perkembangan atau ilmu yang sudah dipelajari di bangku kuliah sehingga dapat memaksimalkan seluruh potensi akademika, baik potensi kognitif, afektif, maupun psikomotor agar dapat berkembang secara maksimal.

B. Rumusan Masalah

A. Apa saja kendala yang dihadapi mahasiswa dalam pembuatan proposal penelitan ?

B. Apa saja tahapan- tahapan dalam proposal penelitian ?

C. Bagaimana sistematika penulisan yang baik seminar proposal penelitian ?

C. Tujuan

A. Untuk mengetahui kendala apa saja yang dihadapi mahasiswa dalam pembuatan proposal penelitian.

B. Untuk mengetahui tahapan- tahapan dalam proposal penelitian.

C. Untuk mengetahui sistematika penulisan yang baik seminar proposal penelitian.

BAB II

METODE PENELITIAN

A. Metode Pengumpulan Data

Metode Pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut :

1. Wawancara

Metode wawancara ini di lakukan dengan mewawancarai beberapa mahasiswa-mahasiswa fakultas tarbiyah.

2. Dokumen

Metode dokumen di lakukan dengan cara mengumpulkan data-data atau informasi yang berkaitan dengan jurnal Seminar Proposal Penelitian di Ruang Baca PGMI, Perpustakaan UIN Ar-Raniry, dan Perpustakaan Wilayah.

B. Teknik Analisis Data

Data yang diperoleh dalam Jurnal, secara umum dianalisis melalui deskriptif kualitatif. Analisis data dilakukan pada tiap-tiap data yang dikumpulkan, baik data kuantitatif maupun data kualitatif.

C. Waktu dan Tempat

Pengumpulan data dokumen ini dilaksanakan pada tanggal 20 Desember 2017 yang dilakukan oleh kelompok 14 di Perpustakaan Wilayah, Perpustakaan UIN Ar-Raniry, dan Ruang Baca PGMI Gedug A Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan.

D. Validitas Data

Teknik yang digunakan untuk menguji validitas adalah teknik triangulasi. Menurut Sugiyono (2010:330) triangulasi adalah teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber yang telah ada (berkaitan). Triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi teknik (Tehnik triangulation). Menurut Sugiyono (2010:330) triangulasi teknik berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Peneliti menggunakan berbagai macam metode pengumpulan data seperti wawancara dan dokumentasi.

BAB III

LANDASAN TEORI

A. Pengertian Seminar, Proposal, Dan Penelitian

A.1. Pengertian Seminar

Kata seminar berasal dari kata latin seminarum yang berarti “benih”. Jadi seminar berarti “tempat menanam benih-benih kebijaksanaan”, Seminar merupakan pertemuan ilmiah yang dengan sistematis mempelajari suatu topik khusus dibawah pimpinan seorang ahli dalam di siplin ilmu tertentu. Secara Terminology seminar adalah sebuah kegiatan yang dibuat untuk penyampaian suatu karya ilmiah dari seorang pakar atau peneliti yang dipresentasikan kepada peserta agar dapat mengambil keputusan yang sama terhadap karya ilmiah antara sumber dengan peserta.

Seminar adalah sebuah pertemuan khusus yang memiliki teknis dan akademis yang tujuannya untuk melakukan studi menyeluruh tentang suatu topik tertentu dengan pemecahan suatu permasalahan yang memerlukan interaksi diantara peserta seminar.

Istilah semianar dalam dunia pendidikan memiliki banyak definisi yang berbeda dan berkembang di kalangan para ahli, antara lain:

Maidar G Arsyad mendefinikan Seminar adalah suatu pertemuan yang bersifat ilmiah untuk membahas suatu masalah tertentu dengan prasarana serta tanggapan melalui suatu diskusi untuk mendapatkan keputusan bersama mengenai masalah yang diperbincangkan.

Dari beberapa definisi diata mengenai seminar, kami menyimpulkan bahwa seminar adalah Merupakan pertemuan atau persidangan untuk membahas suatu masalah dibawah pimpinan ketua sidang atau seorang ahli, mengenai masalah yang dibahas dalam seminar dapat mencakup berbagai bidang disiplin ilmu atau berbagai kegiatan didalam kehidupan masyarakat dengan pemecahan suatu permasalahan.

A.2. Pengertian Proposal

Proposal berasal dari kata bahasa Inggris 'to propose' yang artinya mengajukan. Bila dikaitkan dengan karya tulis ilmiah, maka proposal adalah usulan rencana kegiatan. Menurut Hariwijaya (2005) proposal merupakan suatu bentuk pengajuan atau permohonan, penawaran baik berupa ide, gagasan, pemikiran, maupun rencana kepada pihak lain untuk mendapatkan dukungan ,ijin, persetujuan, dana, dan lain sebagainya.[2]

Menurut The Oxford Thesaurus, An A-Z Dictionary of Synonyms (2006), proposal n. 1) offer, presentation, bid, tender, proposition, recommendation, suggestion, Literary proffer. 2) plan, scheme, outline, draft, design, layout; programme, proposition, project.

Sejalan dengan itu Coley dan Scheinberg (2000) menyatakan: "A proposal is a written document prepared in applicion for funding. The individual who prepares the proposal is called a proposal writer or grantwriter. The state, federal, or corporate resource to whom the proposal is submitted is called a funder."[3]

Dari definisi di atas dapat kami simpulkan bahwa Proposal merupakan suatu tawaran, penyajian, proposisi, rekomendasi, pengajuan, rancangan, skema, program atau proyek untuk menyelesaikan tugas akhir kuliah dalam penerimaan gelar sarjana.

A.3. Pengertian Penelitian

Pada dasarnya, penelitian bermula dari keinginan seseorang atau beberapa orang tentang suatu hal. Keinginnan itu muncul, baik karena watak manusia yang serbagian tahu ataupun ada rangsangan dari luar dirinya yang mendorong seseorang ingin tahu.

Penelitian adalah proses kreatif yang tidak akan pernah mengenal kata selesai. Sebab, jika, gejala-gejala tersebut di atas brhubungan dengan alam dan manusia, selama ada kehidupan, gejala-gejala tersebut tidak akan perna berhenti berubah. Alam terus berubah sesuai dengan kehendak sunatullah, manusia terus berubah sesuai dengan perkembangan biologis dan kepribadian yang dilaluinya, dan keduanya juga terus berubah karena ada interaksi antar yang satu dengan yang lain.

Pada dasar, penelitian bertujuan menemukan jawaban atas pertanyaan yang diajukan melalui aplikasi prosedur ilmiah. Prosedur tersebut dilakukan untuk menverifikasi informasi yang terhimpun sesui dengan masalah yang dipertanyakan sekaligus menghindari bias.

Penelitian dapat dimulai dari suatu pertanyaan. Akan tetapi, pertanyaan yang dirumuskan harus realistik, dalam pengertian memungkinkan dapat terjawab (answerable). Berkenaan dengan hal itu, masalah yng dipertanyakan juga harus realistik sesua dengan ruang lingkup yang diteliti.

Penelitian didasarka pada dua dasar kepentingan, yaitu intelektual dan praktikal. Pada sisi intelektual penelitian dilakukan untuk memperoleh pengetahuan, pemahaman, serta kepuasan akademik. Adapun sisi praktikal penelitian dilakukan untuk memperoleh solusi atas berbagai peemasalahan manusia.

Untuk memenuhi dua tuntuntan diatas, ada dua unsur penting dalam penelitian.

1. Unsur subtansi atau informasi, berkaitan dengan fakta-fakta yang menyebar dalam suatu gejala. Fakta tersebut harus merupakan bahan dasar dalam melakukan analisisi untuk memperoleh generalisasi.

2. Unsur metodelogi, merupakan arah serta pendekatan-pendekatan yng mungkin dapat digunakan untuk memperoleh tingkat keabsahan dan kecermatan yang tinggi.

Berkenaan dengan yang diatas, sebelum penelitian dilakukan, seseorang peneliti harus dapat menjelaskan sekurangnya tiga pertanyaan utama yaitu :

1. Apa yang akan diteliti ?

2. Bagaimana penelitian tersebut dikalukan ?

3. Untu apa kegiatan penelitian tersebut bagi kehidupan manusia ?[4]

Dari pengertian diatas kami dapat mengimpulkan bahwa seminar proposal penelitian adalah pertemuan mahasiswa dengan arahan dosen pembimbing untuk mengkomunikasikan dan mendiskusikan hasil pemikiran atau pandangannya baik berupa proposal penelitian, ulasannya terhadap suatu masalah, tinjauan buku, maupun hasil yang bersifat ilmiah.

Proposal penelitian merupakan dokumen tertulis yang dibuat untuk mengkomunikasikan kepada pembimbing, penyandang dana, atau sponsor-sponsor penelitian tentang strategi yang akan digunakan peneliti dalam memecahkan masalah. Proposal harus secara jelas menjawab pertanyaan apa, mengapa, bagaimana, dan bilamana tentang penelitian yang akan dilakukan. Dari sudut bahasa, proposal penelitian menuntut pemakaian bahasa baku dengan konstruksi kalimat yang ringkas, langsung, serta tidak bermakna ganda, agar tidak menimbulkan salah pengertian dari pembacanya.

Proposal penelitian berfungsi untuk:

1. Meyakinkan orang lain bahwa penelitian yang diusulkan penting untuk dilakukan.

2. Memperlihatkan keakraban peneliti dengan bidang yang diteliti dan kompetensi peneliti dalam melaksanakan penelitian yang akan dilakukannya.

3. Menjadi dokumen “kontrak” informal peneliti dengan penyandang dananya, sebagai kesepakatan tentang ruang lingkup kegiatan penelitian yang akan dilakukan.

4. Menjamin semua aspek penelitian telah dipertimbangkan secara matang.

5. Menjadi kerangka acuan bagi peneliti dalam melaksanakan proyek penelitiannya, sehingga penelitiannya dapat dikendalikan agar berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan.

Komponen utama proposal penelitian adalah sebagai berikut:

a. Judul

Judul merefleksikan fokus serta ruang lingkup penelitian. Judul perlu singkat, jelas, dan bermakna tunggal. Sebaiknya kalimat judul tidak lebih dari dua baris dan menggunakan kalimat tunggal. Kata yang lebih penting harus ditulis lebih awal, sedangkan yang kurang penting ditulis kemudian.

b. Pendahuluan

Pendahuluan memaparkan konteks permasalahan, mengapa penelitian perlu dilakukan (latar belakang penelitian), perumusan masalah, pertanyaan spesifik yang akan menjadi fokus penelitian yang akan dilakukan, serta manfaat apa yang diperoleh dari hasil penelitian itu. Oleh karenanya bagian pendahuluan umumnya terdiri atas: (1) Latar belakang, (2) Permasalahan, (3) Pertanyaan penelitian, (4) Tujuan penelitian, dan (5) Manfaat penelitian.

c. Isi (Kajian Pustaka, Kerangka Pemikiran, dan Hipotesis penelitian)

Bagian ini memaparkan hasil penelusuran pustaka yang terkait dan terpilih, untuk mengatakan kepada pembaca (pembimbing, sponsor, atau penyandang dana) tentang: (1) “State of the art” topik penelitian saat kini; (2) Penelitian terkait yang telah dilakukan, serta hal-hal yang belum terungkap dari penelitian sebelumnya yang mendorong peneliti mengusulkan penelitiannya; (3) Aspek-aspek khusus yang membedakan penelitian yang akan diusulkan dengan penelitian-penelitian sebelumya; (4) Kerangka pemikiran; dan (5) Hipotesis penelitian.

d. Metode/Metodologi Penelitian

Bagian ini adakalanya disebut sebagai prosedur atau metodologi. Bagian ini menjadi bagian penting dari sebuah proposal karena memaparkan bagaimana proyek penelitian akan dijalankan. Metode penelitian diperlukan untuk meyakinkan pembimbing (atau klien) bahwa peneliti mempunyai rencana sistematis dan logis untuk penelitiannya, mengetahui data apa yang akan dikumpulkan serta bagaimana mengumpulkan dan menganalisisnya

B. Tahapan- Tahapan Dalam Penelitian

Tahapan dalam penelitian merupakan pedoman penelitan untk melakukan penelitian dengan cara yang benar. Penelitian tidak dapat melakukan penelitian hanya dengan cara mengumpulkan data dan menganalisisnya, tetapi dengan cara harus diawali dengan penemuan permasalahan dan berkelanjutan kepada tahapan- tahapan selanjutnya.

Indriantoro dan supomo (1999) mengatakan proses penelitian ilmiah secara umum harus memenuhi langkah –langkah antara lain :

a. Masalah/ pertanyaan penelitian;

b. Telaah teoritis;

c. Pengujian fakta;

d. Kesimpulan.

Tahap- tahap ini berlaku untuk pendekatan penelitian kuantitatif. Proses penelitian berikut ini memperjelas tahap- tahap penelitian kuantatif (sugiyono, 2011). Langkah- langkah yang dilakukan dalam sebuah penelitian kuantitatif, antara lain :

1. Masalah : Penelitian berawal dari adanya masalah yang dapat digali dari sumber empiris dan teoritis, sebagai suatu aktivitas penelitian pendahuluan (prapenelitian).

2. Rumusan masalah : masalah yang ditemukan diformulasikan dalam sebuah rumusan masalah disusun dalam bentuk pertanyaan.

3. Pengajuan hipotesis : masalah yang diajukan harus relevan dengan hipotesis yang diajukan. Hipotesis digali dari penelurusuran refensi teoritis dan mengkaji hasil- hasil penelitian sebelumnya.

4. Metode/ strategi pendekatan penelitian : untuk menguji hipotesis, maka penelitian harus memilih metode/ stategi/ pendekatan.

5. Menyusun instrumen penelitian : maka penelitian merancang intrumen penelitian sebagai alat pengumpulan data, misalnya angket, wawancara observasi, dan validasi.

6. Mengumpulkan dan menganalisis data : data penelitian dikumpulkan dengan instrumen yang valid dan reliabel, dan dillakukan pengolahan dan analisis data penelitian.

7. Kesimpulan : jawaban dari perumusan masalah dan hipotesis yang diajukan dapat dibuktikan kebenarannya.[5]

Dari beberapa pendapat diatas kami menyimpulkan bahwa ada beberapa tahapan dalam penelitian sebelum memulai seminar proposal penelitian diantaranya : a). Pendahuluan (perumusan masalah, pengajuan hipotesis, metode/ strategi pendekatan, intrument penelitian), b). Telaah teoritis/ Kajian Keperpustakaan, c). Pengujian fakta (hasil observasi), dan d). Kesimpulan hasil penelitian.

Teknik pengumpulan data merupkan langkah stategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Bila dilihat dari segi cara atau teknik pengumpulan data, maka teknik pengumlan data ddapat dilakukan dengan metode observasi (pengamatan), interview (wawancara), dan kuensioner (angket), dokumentasi dan gabungan keempatnya (trianggulasi).[6]

Berdasarkann teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian, kami menyimpulkan bahwa teknik pengumpulan data yaitu teknik trianggulasi yang terdiri dari : 1). Observasi, 2). Interview, 3). Kuensioner, 4). Dokumentasi.

C. Menyusun Proposal Penelitian

Rancangan atau proposal penelitian merupakan pedoman yang berisi langkah- langkah yang akan diikuti oleh peneliti untuk melakukana penelitiannya. Dalam menyusun rancangan penelitian perlu diantisipasi tentangberbagai sumber yang dapat di gunakan untuk mendukung penelitian.

Penelitian dilakukan berangkat karena adanya permasalahan. Masalah merupakan “penyimpangan” dari apa seharusnya dengan apa terjadi, penyimpangan antara rencana dengan pelaksanaan, penyimpangan antara teori dan praktek, dan penyimpangan antara aturan dan pelaksanaan.

Rancangan penelitian harus betul dibuat secara sistematis dan logis sehingga dapat dijadikan pedoman, rancangan penelitian sering juga disebut dengan proposal penelitianpaling tidak berisi 4 komponen utama yaitu, permasalahan, landasan teori, pengajuan hipotesis, metode penelitian, organisasi dan jadwal penelitian.[7]

Penelitian kuantitatif (positivisem) adalah keyakinan dasar yang mengatakan kebenaran itu berada pada realitas yang terikat pada hukum- hukum alam yaitu hukum kausalitas atau hukum sebab- akibat.[8]metode penelitian kuntitatif dapat diartikan sebagai metode yang berlandaskan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrument penelitian, analisis data bersifat kunatitatif/ statistik,dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.[9]

Sedangkan penelitian kualitatif adalah suatu proses penelitian dan pemahaman yang berdasarkan pada metodelogi yang menyelidiki suatu fenomena sosial dan masalah manusia. Atau pendekatan penelitian yang memerlukan pemahaman yang mendalam dan menyeluruh berhubungan dengan objek yang diteliti untuk menjawab permasalahan dan mendapatkan data yang kemudian dianalisis dan menarik suatu kesimpulan.[10]

Dalam menyusun proposal penelitian ada dua model yang digunakan yaitu proposal penelitian kuantitatif dan kualitatif.

Proposal penelitian kuantitatif dikemas dalam sistematika, sebagai berikut :

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Identitas Masalah

C. Batasan Masalah

D. Rumusan Masalah

E. Tujuan Masalah

F. Kegunaan Hasil Penelitian

II. Landasan Teori, Kerangka Berfikir Dan Pengajuan Hipotesis

A. Deskripsi Teori

B. Kerangka Berfikir

C. Hipotesis

III. Prosedur Penelitian

A. Metode

B. Populasi Dan Sampel

C. Instrument Penelitian

D. Teknik Pengumpulan Data

E. Teknik Analisis Data

IV. Organisasi Dan Jadwal Penelitian

A. Organisasi Penelitian

B. Jadwal Penelitian

Jadwal penelitian berisi aktivitas yang dilakukan dan kapan akan dilakukan. Berikut ini diberikan contoh rencana jadwal penelitian kualitatif. Contoh jadwal penelitian kualitatif :

No

Kegiatan

Bulan ke :

1

2

3

4

5

6

7

8

1

Penyusunan proposal

2

Diskusi proposal

3

Memasuki lapangan, grand tour dan mini tour question, analisis domain

4

Menentukan fokus, minitour question, analisis taksonomi

5

Tahap selection, structural question, analisis komponensial

6

Menentukan tema, analisis tema

7

Uji keabsahan data

8

Membuat draf laporan penelitian

9

Diskusi draf laporan

10

Penyempurnaan laporan

Komponen dalam proposal kualitatif dapat disusun dalam bentuk sistematif, sebagai berikut :

I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

B. Fokus Maslah

C. Rumusan Masalah

D. Tujuan Masalah

E. Manfaat Masalah

II. Studi Kepustakaan

A. ............................

B. ............................

C. ...........................

III. Prosedur Penelitian

A. Metode, dan Alasan Menggunakann Metode

B. Tempat Penelitian

C. Instrumen Penelitian

D. Sampel Sumber Data

E. Teknik Pengumpulan Data

F. Teknik Analisis Data

G. Rencana Pengujian Keabsahan Data

IV. Organisasi Dan Jadwal Penelitian

A. Organisasi Penelitian

B. Jadwal Penelitian

Setiap rancangan penelitian perlu dilengkapi dengan jadwal kegiatan yang akan dilaksanakan. Dalam jadwal berisi kegiatan apa saja yang akan dilakukan, dan erapa lama akan dilakukan. Contoh:

No

Kegiatan

Minggu Ke:

1

2

3

4

5

6

7

8

9

1

2

3

1.

Penyusunan Proposal

2.

Penyusunan instrumen

3.

Seminar proposal dan instrumen penelitian

4.

Pengujian validitas dan reliabilitas instrumen

5.

Penentuan sampel

6.

Pengumpulan data

7.

Analisis data

8.

Pembuatan draf laporan

9.

Seminar laporan

10.

Penyempurnaan laporan

11.

Penggandaan laporan penelitian

I. Pendahuluan

1.Latar belakang masalah

Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa yang sedang terjadi pada objek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, ada penyimpangan dari standar yang ada, baik yang bersifat keillmuan maupun aturan- aturan.

2. Identifikasi masalah

Semua masalah yang ada pada objek penelitian dikemukakan, baik masalah yang akan diteliti maupun tidak diteliti. Tunjukan hubungan satu masalah yang lain. Masalah yang diteliti umumnya merupakan variabel dependen.

3. Batasan masalah

Karena terbatasan waktu, dana, tenaga, teori dan supaya penelitian labeih mendalam maka penelitian dibatasi pada beberapa variabel saja.

4. Rumusan masalah

Dinyatakan dalam bentuk kalimat pada pertanyaan penelitian.

5. Tujuam penelitian

Tujuan penelitian ini tidak sama dengan tujuan pada skripsi dan tesis yang merupakan tujuan formal, tetapi tuuan penelitian disini berkenaan dengan tujuan penelitian dalam melakukan penelitian.

6. Manfaat/ kegunaan penelitian

Antara lain : 1. Untuk pengembangan ilmu pengetahuan/ bersifat teiritis, 2. Kegunaan praktis yaitu dapat membantu memecahkan masalah yang ada pada objek penelitiaan.

II. Landasan Teori/ Studi Kepustakaan

a. Deskripsi teori

Adalah teori- teori yang relevan yang dapat digunakan untuk menjelaskan tentang variabel yang diteliti, serta sebagai dasar untuk memberi jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang diajukan (hipotesis).

b. Kerangka berfikir

Merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan faktor yang teleh diidentifikasi sebagai masalah penting.

c. Hipotesi penelitian

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian yang diajukan, maka titik tolak untuk merumuskan hipotesis adalah rumusan masalah dan kerangka berfikir.

III. Prosedur Penelitian

a. Metode penelitian

Untuk menjawab semua masalah dan menguji hipotesis, diperlukan adanya metode penelitian apakah metode penelitian kuantitatif ataukah kualitatif, dan alasannya menpaga menggunakan metode tersebut.

b. Tempat penelitian

Dikemukakan tempat penelitian yang akan diteliti. Misalnya tempat sekolah, perusahaan, dana lain-lain.[11]

Kami menyimpulkan bahwa penyusunan proposal penelitan baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif terdiri dari : 1). Pendahuluan, 2). Landasan teori/ studi kepustakaan, 3). Prosedur penelitian, dan 4). Jadwal penelitian.

D. Sistematika Penulisan Seminar Proposal Penelitian

Apabila anda menuliskan laporan penelitian untuk keperluan penyelesaian studi anda, apakah dalam bentuk skipsi atau tesis, maka anda perlu memperhatikan aturan aturan resmi dalam kaidah- kaidah yang merupakan kelazimana akademik. Apabila lembaga pendidikan atau universitas tempat anda studi memiliki buku pedoman tersebut untuk membuat karya akademik terakhir anda.

Pada umumnya sebuah skripsi atau tesis yang menggunakan penelitian tindakan kelas sebagai metode penelitian akan mempunyai sistematika sebagai berikut :

a. Bab I pendahuluan

b. Bab II telaah keperpustakaan/ kerangka teorotis

c. Bab III metode penelitian

d. Bab IV pembahasan hasil penelitian

e. Bab V kesimpulan dan rekomendasi

Secara rinci setiap bab itu akan memuat hal-hal sebagai berikut :

Ø Bab I Pendahuluan

a. Latar belakang masalah

b. Fokus masalah dan pernyataan penelitian

c. Verifikasi atau klarifikasi konsep

d. Paradigma penelitian

e. Tujuan penelitian, dan manfaat penelitian.

Creswell (1994: 41-53) memberikan penjelasan tentang bagaimana isi bagian pendahuluan dalam laporan penelitian kualitatif. Menurut bagian ini harus meliputi antara lain :

a. Menentukan masalah permasalahan dalam penelitian.

b. Membahas permasalahan itu dengan dukungan literatur/ wacana.

c. Membehas kekurangan wacana ilmiah yang membahas permasalahan

d. Makna permasalahan bagi para pembaca.

Pada bagian bab II akan membahas rujukan wacana, menjelaskan juga berbagai konsep dan teori yang menjadi alat analisis data dan penafsirannya. Mengenai bab ii ini, Creswell (1994: 21-23) mengingatkan, bahwa dalam penelitian kualitatif literatur hendaknya konsisten dengan asumsi metodologisnya, yaitu bahwa literatur yang digunakan secara induktif dan tidak mengarah pada pertanyaan peneliti.

Bab III dalam laporan penelitian merupakan bagian yang menjelaskan aspek epistemologi penelitian anda. Anda akan menerangkan metode apa yang dipilih dan mengapa metode itu yang dipilih.

Ke dalam bab IV, penelitian akan menampilkan bagian terbesar dalam kegiatan penelitian, yakni hasil temuan penelitian dan analisisnya. Sedangkan pada bab v, berisi kesimpulan atau penjelasan/ research finding, dapat dituliskan dalam bentuk sistematik butir demi butir atau pointers, atau dapat juga disajikan dalam bentuk narasi yang singkat dan padat.[12]

Dalam penyusunan kerangka laporan harus dilihat secara keseluruhan dan berualang, sehingga didapatkan sususnan yang logis berusaha menghilangkan kemungkinan suatu bagian yang terlupakan atau ada bagian tertentu yang dirasa tiak perlu disertakan. Secara umun bagian kerangka laporan dapat diringkas menjadi bagian pembukaan, bagian analisi (batang tubuh) dan bagian tambahan, secara umum bentuk kerangka laporan adalah sebagai berikut :

I. Bagian Pembukaan

a. Judul

Judul penelitian hendaknya dinyatakan secara singkat tetapi jelas. Perlu diusahakan agar judul penelitian yang dibuat dapat dengan tepat merumuskan isi pokok penelitian.

b. Kata pengantar

c. Daftar isi

d. Daftar tabel

e. Daftar gambar

f. Daftar lampiran

II. Bagian Analisis

A. Pendahuluan

1. Latar belakang masalah

Setelah menetapkan judul penelitian di mana dari judul penelitian ini dapat dibaca atau menpunyai arti tentang masalah yang diteliti. Latar belakang maslah ini perlu diuraikan dengan jelas denga sejau mungkin didukung oleh data dan logika yang mentap. Kejelasan latar belakang akan memudahkan perumusan masalah yang akan dicari jawabannya melalui penelitian.

2. Perumusan masalah penelitian

Yang dimaksud denga perumusan masalah adalah untuk membatasi masalah penelitian yang telah ditetapkan. Dan ditulis dalam bentuk pertanyaan untuk menambah ketajaman perumusan.

3. Hipotesis

Adalah merupakan jawaban sementara terhadap pertayaan- pertanyaan yang dikemukakan dalam perumusan masalah dinyatakan dengan kalimat, maka suatu hipotesis harus dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaaan (statement).

4. Metode penelitian yang digunakan

a. metode pengambilan sampel

b. metode pengumpulan data

c. sumber data

5. metode analisis yang digunakan

6. Tujuan penelitian

Merupakan tujuan secara umum dari penelitian. Dalam hal ini, tujuan penelitian mengemukakan maksud yang terkandung dalam kegiatan penelitian.

7. Kegunaan penelitian

Tujuan yang ngin dicapai oleh peneliti. Biasanya penulisan skipsi ditunjukan untuk meraih gelar sarjana dari suatu universitas.

8. Data yang diperlukan

B. Analisis Data

1. Pengertian atau teori

2. ...........................

3. ....................dan seterusnya

C. Kesimpulan dan saran- saran

III. Bagian Tambahan

1. Lampiran

2. Daftar pustaka[13]

Sistematika dalam proposal penelitian kualitatif tidak berbeda dengan proposal penelitian kuantitatif, namun adapun sistematika penelitian sebagai berikut :

Judul Penelitian

Daftar Isi

I. Pendahuluan

A. Latar belakang masalah

B. Fokus masalah

C. Perumusan masalah

D. Tujuan masalah

E. Manfaaat masalah

II. Kajian Kepuustakaan

A. Deskripsi teori

B. Penelitian yang relevan

III. Metode Penelitian

A. Pendekatan dan jenis penelitian

B. Setting penelitian

C. Informasi penelitian

D. Teknik pengumpulan data

E. Teknik analisis data

F. Keabsahan data

G. Jadwal penelitian

H. Daftar pustaka[14]

Dari beberapa pendapat mengennai sistematika dalam penulisan proposal penelitian, kami menyimpulkan bahwa secara garis besar ada 5 bab diantaranya : 1). Bab I pendahuluan, 2). Bab II telaah keperpustakaan/ kerangka teorotis, 3). Bab III metode penelitian, 4). Bab IV pembahasan hasil penelitian, 5). Bab V kesimpulan dan rekomendasi.

BAB IV

HASIL PENELITIAN

SEMINAR PROPOSAL PENELITIAN

A. Kendala Mahasiswa Dalam Menyusun Proposal Penelitian

Dalam menyusun proposal, alangkah lebih baiknya mahasiswa merujuk pada buku panduan penulisan proposal atau skripsi yang telah disusun oleh pihak kampus terkait. Jika pihak fakultas tidak atau belum mengeluarkan buku panduan, maka kondisi seperti ini sangat disayangkan. Akan muncul beberapa problem dalam proses penulisan proposal atau skripsi, antara lain:

1. Mahasiswa mengalami kesulitan lebih besar dalam menyusun proposal skripsi;

2. Mahasiswa terpaksa harus merujuk contoh-contoh skripsi terdahulu dimana pada suatu kesempatan terdapat perbedaan yang menyolok di antara penyusunan tersebut;

3. Antara dua dosen pembimbing terdapat dua versi yang berbeda dan saling mengutamakan argumentasi mereka untuk format penulisan proposal dan skripsi;

4. Akan muncul banyak intervensi yang semestinya tidak perlu hadir di proposal namun dihadirkan atau yang semestinya penting justru tidak dihapuskan;

5. Mahasiswa mengalami kesulitan dalam mencari judul/ masalah yang akan diteliti dimana mahasiswa cendrung semua judul diberikan oleh dosen pembimbingnya hal karena kurangnya kekreatifan dan daya pikir kedepan mahasiswa.[15]

Dalam menyusun proposal penelitian setidaknya ada 3 kemampuan yang harus dimiliki seorang peneliti, diantaranya adalah: Kemampuan Bahasa, Metodologi & Materi Ilmu. Untuk menghasilkan Proposal Penelitian yang baik, ada beberapa Persyaratan tang harus diperhatikan, yaitu:

1. Sistematis

Proposal penelitian harus disusun secara sistematis menurut pola tertentu dari yang paling sederhana hingga kompleks. Proposal yang diajukan hendaknya dapat memberikan gambaran secara sistematis tentang rencana penelitian yang diajukan secara efektif dan efisien serta konsisten sehingga memudahkan pembaca.

2. Berencana

Yaitu harus sudah dipikirkan langkah – langkah pelaksanaannya. Hendaknya memiliki rencana jadwal yang akan dilakukan dalam penelitian secara berencana seperti ; jadwal pengumpulan data, analisis data hingga penyajian untuk laporan. Seperti contoh jabwal penelitian proposal dibawah ini :

3. Mengikuti Konsep Ilmiah

Yaitu mengikuti cara- cara atau metode ilmiah yang sudah ditentukan untuk mencari kebenaran ilmiah. Selanjutnya akan diuraikan lebih rinci tentang teknik penulisan proposal penelitian serta beberapa bagian yang harus terdapat di dalamnya.[16]

Dari penjelasan diatas kami menyimpulkan bahwa ada 3 (tiga) kemampuan yang harus dimiliki seorang peneliti sebelum melakukan penelitian diantaranya Kamampuan Bahasa, Metodologi & Materi Ilmu.

B. Tahapan-Tahapan Dalam Penyusunan Proposal Penelitian

Dalam melakukan penyusunan baik itu proposal atau skripsi harus sesuai dengan buku panduan dari kampus terkait, ada beberapa tahapan yang harus ada proposal penelitian diantaranya :

A. Judul Penelitian

Judul merupakan cermin dari keseluruhan isi karya ilmiah. Judul penelitian harus jelas, menarik, sehingga pembaca langsung dapat menduga apa materi dan masalah yang dikaji dalam penelitian tersebut. Syarat – syarat judul yang baik diantaranya adalah :

1. Menarik minat peneliti;

2. Mampu dilaksanakan oleh peneliti;

3. Mengandung kegunaan praktis dan penting untuk diteliti;

4. Tersedia cukup data;

5. Hindari duplikasi dengan judul lain;

6. Berisi variable yang jelas yang akan diteliti;

7. Berupa kalimat pernyataan;

8. Jelas, singkat dan tepat.

B. Latar Belakang

Latar belakang dalam suatu proposal penelitian merupakan pengantar informasi tentang materi keseluruhan dari penelitian yang ditulis secara sistematis dan terarah dalam kerangka logika yang memberikan justifikasi terhadap dasar pemikiran, pendekatan, metode analisis dan interpretasi untuk sampai pada tujuan dan kegunaan penelitian.

Latar belakang harus dapat mengemukakan dengan jelas argumentasi tentang pentingnya melakukan penelitian tersebut. Pada umumnya, terdapat 4 unsur pokok yang tersirat dalam perumusan latar belakang dalam rangka pengembangan gagasan / masalah, yaitu :

1. Unsur pentingnya masalah

Secara umum pentingnya sebuah masalah ini ditulis pada awal gagasan atau pemikiran pertama yang dapat mengemukakan arti pentingnya sebuah masalah dan seberapa besar masalah itu penting untuk diteliti.

2. Unsur skala masalah

Unsur ini ditulis setelah mengemukakan gagasan adanya masalah dan itu penting untuk diteliti.

Selanjutnya diberikan penegasan atau penguraian tentang derajat pentingnya masalah itu untuk diteliti atau bila tidak diteliti bagaimana dampaknya.

3. Unsur kronologis masalah

Merupakan unsur yang menjelaskan proses terjadinya masalah atau relevansi penelitian yang terdahulu/ telah ada yang harus ditunjang dengan data empiris dari permasalahan penelitian yang akan diteliti.

4. Unsur solusi masalah

Unsur ni digunakan sebagai alternative dalam memberikan solusi atas masalah yang timbul serta alternative lain yang akan dilakukan dalam penelitian.

C. Rumusan masalah

Dalam menuliskan proposal penelitian, rumusan masalah hendaknya memiliki konsekuensi terhadap relevansi maksud dan tujuan dari penelitian, kegunaan penelitian, kerangka konsep penelitian dan metode penelitian. Selain itu harus jelas permasalahan yang ingin diteliti, kemudian diuraikan pendekatan dan konsep yang digunakan untuk menjawab masalah yang diteliti, hipotesis atau dugaan yang akan dibuktikan.

Penulisan rumusan masalah dapat berupa pernyataan masalah atau juga dapat berupa pertanyaan masalah. Pernyataan masalah pada umumnya merupakan hasil identifikasi masalah yang ada, berupa asumsi dasar, dan nilai yang ada dalam penelitian.

D. Tujun penelitian

Tujuan penelitian merupakan tindak lanjut dari masalah yang telah dirumuskan. Tujuan penelitian mencakup langkah - langkah dari penelitian yang akan dilakukan. Dalam pembuatan proposal penelitian, tujuan dapat dilakukan secara singkat seperti untuk menjajaki, menguraikan, menerapkan, mengidentifikasi, menganalisis, membuktikan atau membuat prototype.

Penulisan tujuan dapat dilakukan dalam 2 jenis, yaitu penulisan tujuan umum dan penulisan tujuan khusus.

Penulisan tujuan umum dilakukan untuk mempelajari atau menjelaskan tujuan yang hendak dicapai secara umum. Penulisan tujuan khusus dilakukan sebagai langkah – langkah untuk mencapai tujuan umum.

E. Manfaat penelitian

Uraikan manfaat hasil penelitian secara singkat dan jelas untuk pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi pendidikan, pemecahan masalah, pengembangan institusi.

F. Tinjauan pustaka

Usahakan pustaka yang digunakan adalah terbaru, relevan dan asli, selanjutnya uraikan dengan jelas kajian yang menimbulkan gagasan penelitian. Tinjauan pustaka menguraikan teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh dari acuan untuk selanjutnya dijadikan landasan untuk melakukan penelitian yang diusulkan.

G. Hipotesis/Pertanyaan Penelitian

Hipotesis dirumuskan dalam bentuk kalimat pernyataan. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap permasalahan yang dihadapi yang dapat diuji kebenarannya berdasarkan fakta empiris dan dapat memberikan arah penelitian. Pada penulisan hipotesi, peneliti menentukan apakah akan menetapkan hipotesis nol (H0) atau hipotesis alternatif (Ha), tergantung dari prediksi peneliti terhadap hasil penelitian yang akan dilakukan. Jika penelitian yang akan dilakukan bersifat eksploratif dan menggunakan desain kualitatif, maka pada bagian ini yang dirumuskan bukan hipotesis tetapi Pertanyaan Penelitian yang akan dijawab oleh penelitian yang akan dilaksanakan.

H. Jenis Dan Desain Penelitian

Pada bagian ini menjelaskan tentang jenis penelitian yang akan dilakukan yang dapat dibedakan atas penelitian kuantitatif berupa penelitian deskriptif, analitik observasional, eksperimental maupun kualitatif. Bagian ini juga menjelaskan tentang penggunaan rancangan penelitian yang disesuaikan dengan tujuan penelitian hendak dicapai serta dapat dengan tepat membuktikan kebenaran hipotesis yang telah ditegakkan.

I. Lokasi & Waktu Penelitian

Yang dimaksud lokasi disini adalah tempat dimana penelitian akan dilakukan. Penetapan tempat penelitian atau lokasi penelitian ini harus disertai dengan alasan pemilihan lokasi tersebut. Sedangkan waktu penelitian yang dimaksud adalah perkiraan waktu yang dibutuhkan untuk proses penelitian mulai dari persiapan, pelaksanaan dan penyusunan laporan.

J. Variabel Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran tentang variabel-variabel yang diamati dalam penelitian yang akan dilakukan. Identifikasi terhadap variabel ini dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu Variabel Bebas (Independent Variable) dan Variabel Terikat (Dependent Variable).

K. Definisi Teoritik

Definisi teoritik merupakan penjelasan tentang pengertian variabel yang berkaitan dengan sampel peneliti dimana penejelasan ini didasari dari berbagai sumber ilmiah yang memberi bantuan kepada peneliti agar lebih mudah dalam memecahkan atau mencari jawaban dari rumusan masalah.

L. Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional yang dimaksudkan disini bukanlah definisi teoritik. Definisi operasional variabel merupakan penjelasan yang dititikberatkan pada pengertian tentang variabel yang dibuat oleh peneliti, yang dapat menjelaskan tentang bagaimana variabel itu dapat diukur dan alat ukur apa yang bisa digunakan. Oleh karena itu definisi operasional ini harusmemberikan implikasi praktis dalam proses pengumpulan data. Tidak semua variabel perlu didefinisikan secara operasional, tetapi hanya variabel-variabel yang mempunyai lebih dari satu cara pengukuran, variabel yang mempunyai cara pengukuran tersendiri yang lebih spesifik, atau variabel yang alat ukurnya perlu dibuat dan dikembangkan sendiri oleh peneliti.[17]

M. Instrumen Penelitian

Bagian ini menguraikan tentang instrument atau alat ukur yang digunakan dalam pengumpulan data. Instrumen yang berupa kuesioner yang belum baku, harus dilakukan uji validitas dan reliabilitas dengan melakukan uji coba (Try Out).

N. Prosedur Pengumpulan Data

Bagian ini menguraikan tentang langkah-langkah yang ditempuh dan teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, serta jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data yang akan dilakukan.

O. Analisa Data

Pada bagian ini dapat diperoleh gambaran tentang bagaimana seorang peneliti mengubah data hasil penelitian menjadi suatu informasi yang dapat digunakan untuk menarik kesimpulan hasil penelitian tersebut. Bagian ini memberikan penjelasan tentang jenis analisis statistik yang digunakan, pemilihan jenis analisa data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji.

P. Hasil dan Pembahasan

Hasil penelitian merupakan bagian utama dalam laporan penelitian yang dapat disajikan dalam bentuk teks, tabuler atau grafik dengan tujuan agar lebih jelas. Bagian ini berisi penjelasan umum tentang Bab hasil penelitian, penjelasan tentang karakteristik sampel termasuk data demografi bila diperlukan, penjelasan tentang hasil untuk setiap tujuan, pertanyaan penelitian atau hipotesis penelitian, serta memberikan jawaban untuk setiap hipotesis penelitian atau pertanyaan penelitian.

Pada bagian ini, peneliti juga harus membandingkan hasil penelitian dengan hasil penelitian sebelumnya yang telah dipublikasikan, apakah kemungkinan memperkuat, berlawanan, ataukah memberikan hasil yang baru. Tiap pernyataan tersebut harus dijelaskan dan didukung oleh literatur. Isi pembahasan ini sebaiknya minimal 50% dari jumlah halaman tinjauan pustaka.

Q. Kesimpulan dan Saran

Pada bagian ini penulis menarik kesimpulan hasil pembahasan penelitian secara sistematis yang berkaitan dengan upaya menjawab tujuan penelitian dan menyampaikan saran-saran yang berkaitan dengan kesimpulan penelitian yang telah dilakukan. Saran tersebut harus berkait dengan hasil penelitian yang dilakukan, dapat berupa bentuk kebijakan, upaya praktis pemecahan masalah yang dihadapi dan aspek yang dapat diteliti lebih lanjut. Saran tersebut hendaknya dibuat secara operasional sehingga bermanfaat bagi mereka yang menerima saran tersebut.[18]

Dari pembahasan diatas dapat kami simpukan bahwa ada beberapa tahapan yang harus ada dalam penyusunan proposal penelitian diantaranya: judul, latar belangkang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, tinjauan pustaka (kerangka teori dan kerangka konsep), hipotesis, jinis dan desain penelitian, lokasi dan waktu penelitian, variabel penelitian, definisi teoritik, definisi operasional variabel, intrumen penelitian, ptosedur penelitian, analisis data, hasil penelitian, kesimpulan dan saran. Dimana kesemua tahapan itu masuk pada 5 bab yaitu Bab 1 Pendahuluan, Bab 2 Kajian Teori, Bab 3 Metode Penelitian, Bab 4 Hasil Penelitian, Dan Bab 5 Penutup.

C. Sistematika Penulisann Seminar Proposal Penelitian

Tak jarang mahasiswa akhir ketika mulai membuat proposal penelitian, dalam hal ini masih banyak kesalahan dalam sistemtika penulisannya baik itu dalam hal penyusunan, kesalahan dalam perbab, dan masih banyak lagi.

Dari kajian teori pada bab ii, kami menyimpulkan atau menarik garis besar bahwa ada beberapa hal yang harus ada dalam penulisan proposal penelitian, dalam hal penarikan ini mengenai sistematika penulisan yang baik dan benar kami menganalisis dari setiap sistemtika penulisan.

Bentuk suatu proposal yang berlaku di suatu lembaga kadang-kadang berbeda dengan yang berlaku di lembaga lain. Namun, menilik tujuan dan fungsinya, unsurunsur yang termuat dalam suatu proposal penelitian, sepatutnya meliputi :

1. keberadaaan penelitian terhadap masalah yang bersangkutan,

2. pernyataan masalah dan hipotesis,

3. jenis data yang diperlukan,

4. sumber data atau subjek penelitian,

5. Alat pengumpul data,

6. analisis data yang dilakukan, dan

7. rencana kegiatan.

Unsur-unsur yang termuat dalam proposal itu disusun dalam suatu sistematika tertentu. Setelah proposal diterima, biasanya dibuat suatu kerangka acuan yang akan dijadikan pegangan, baik oleh penyandang dana maupun oleh peneliti. Sistematika kerangka acuan sedikit berbeda dengan sistematika proposal.

Sistematika penulisan proposal pada umumnya terdiri dari 3 Bab (isi susunan tergantung jenis penelitian), yakni :

HALAMAN JUDUL

DAFTAR ISI

DAFTAR TABEL

DAFTAR GAMBAR

DAFTAR LAMPIRAN

BAB I PENDAHULUAN

a. Latar belakang masalah

b. Identifikasi Masalah

c. Batasan Masalah

d. Rumusan Masalah

e. Tujuan Penelitian

f. Manfaat Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

a. Kerangka Teori

b. Kerangka Konsep

BAB III METODE PENELITIAN

a. Lokasi Penelitian

b. Populasi dan Sample

c. Disain Penelitian

d. Teknik Pengumpulan Data

e. Teknik Analisis Data

BAB IV HASIL PENELITIAN

a. ................................

b. ...............................

c. ...............................

BAB V DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN

Dari apa yang kami simpulkan, bahwa terdapat 5 (lima) ponit penting dalam sistematika penulisan antara lain : 1). Bab I pendahuluan, 2). Bab II telaah keperpustakaan/ kerangka teorotis, 3). Bab III metode penelitian, 4). Bab IV pembahasan hasil penelitian, 5). Bab V kesimpulan.

BAB V

PENUTUP

D. Kesimpulan

Berdasarkan hasil pengumpulan data yang telah diuraikan pada bab sebelumnya maka dapat di simpulkan bahwa :

Seminar proposal penelitian adalah pertemuan mahasiswa dengan arahan dosen pembimbing untuk mengkomunikasikan dan mendiskusikan hasil pemikiran atau pandangannya baik berupa proposal penelitian, ulasannya terhadap suatu masalah, tinjauan buku, maupun hasil yang bersifat ilmiah. Bahwa ada 3 (tiga) kemampuan yang harus dimiliki seorang peneliti sebelum melakukan penelitian diantaranya Kamampuan Bahasa, Metodologi & Materi Ilmu. Proposal atau skripsi harus secara jelas menjawab pertanyaan apa, mengapa, bagaimana, dan bilamana tentang penelitian yang akan dilakukan. Dari sudut bahasa, proposal penelitian menuntut pemakaian bahasa baku dengan konstruksi kalimat yang ringkas, langsung, serta tidak bermakna ganda, agar tidak menimbulkan salah pengertian dari pembacanya.

Tahapan dalam penelitian sebelum memulai seminar proposal penelitian baik itu penelitian kuantitatif atau penelitian kualitatif sama, dimana diantaranya memuat : a). Pendahuluan (perumusan masalah, pengajuan hipotesis, metode/ strategi pendekatan, intrument penelitian), b). Telaah teoritis/ Kajian Keperpustakaan, c). Pengujian fakta (hasil observasi), dan d). Kesimpulan hasil penelitian. Penyusunan proposal penelitan baik itu penelitian kualitatif maupun kuantitatif terdiri dari : 1). Pendahuluan, 2). Landasan teori/ studi kepustakaan, 3). Prosedur penelitian, dan 4). Jadwal penelitian.

Sistematika yang baik dan benar dalam penulisan proposal penelitian, kami menyimpulkan bahwa secara garis besar ada 5 bab diantaranya : 1). Bab I pendahuluan, 2). Bab II telaah keperpustakaan/ kerangka teorotis, 3). Bab III metode penelitian, 4). Bab IV pembahasan hasil penelitian, 5). Bab V kesimpulan.

E. Saran

Berdasarkan hasil pembahasan observasi di atas maka dapat disarankan agar :

1. Bagi Universitas atau fakultas khususnya kepala pimpinan harus mampu meningkatkan kemampuan mahasiswanya dalam pembautan porposal atau skipsi dengan cara mengeluarkan sebuah buku panduan penulisan proposal dan skripsi yang setiap tahun perlu direvisi. Hal ini mengingat tidaklah mudah untuk menyusun suatu penelitian proposal dan skripsi. Buku panduan tersebut harus disusun dan dirancang dengan hati-hati terlebih-lebih cara penulisan untuk referensi dan kutipan. Sering sekali dalam buku panduan ditemukan kesalahan dalam penulisan tanda baca khususnya.

2. Bagi sekolah khususnya bagi guru harus lebih meningkatkan sofe skill seperti penguasaan komputer agar nantinya dapat mempermudah penerapan kurikulum dalam berbagai situasi.

3. Bagi sekolah khususnya harus meningkatkan lagi sarana dan prasarana demi menghasilkan pembelajaran yang efisiensi dan maksimal dengan tujuan untuk menghasilkan pengeluaran (output) yang memiliki keterampilan (skill) dan ilmu pengetahuan yang berbasis teknologi.

REFERENSI

Coley, Soraya M and Scheinberg, Cynthia A. 2000. Proposal Writing. London: Sage Publications, Inc.

Hariwijaya. 2005. Proposal Bisnis: Menyusun Proposal yang Brilian untuk Memulai Bisinis Anda. Yogyakarata: Zenith Publisher.

Heriyanto. A., Sandjaja. 2006. Panduan Penelitian. Jakarta. Prestasi Pustaka

Iskandar. 2009. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada (GP Press).

Mardalis. 2002. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal. Jakarta: Bumi Aksara.

Muthadi, Asep saeful dan maman abd. Djalliel. 2003. Metode Penelitian Dakwa. Bandung: CV Pustaka Setia.

Narbuko, Cholid dan Abu Achmadi. 2007. Metode Penelitian. Jakarta: PT Bumi Aksara.

Saryono. 2008. Metodologi Penelitian Kesehatan. Yogyakarta. Mitra Cendikia Press.

Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung: Alfabeta.

Walidin, Warul, dkk. 2015. Metodelogi Penelitian Kualitatif Dan Grounded Theory. Banda aceh: FTK Ar-Raniry Press.

Wiriaatmadja, Rochiati. 2008. Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.



[1]Universitas Pendidikan Indonesia (2013). Pedoman penulisan karya ilmiah. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia.

[2]Hariwijaya, Proposal Bisnis: Menyusun Proposal yang Brilian untuk Memulai Bisinis Anda, (Yogyakarata: Zenith Publisher. 2005), hlm 12-13.

[3]Coley, Soraya M and Scheinberg, Cynthia A. Proposal Writing, (London: Sage Publications, 2000).

[4]Asep saeful muhtadi, dan maman abd. Djalliel. Metode Penelitian Dakwa. (cet. 01. Bandung: CV Pustaka Setia.2003)hlm. 43-45.

[5]Warul walidin, Saifullah, dan Tabrani, Metodelogi Penelitian Kualitatif Dan Grounded Theory, (cet 01. Banda aceh: FTK Ar-Raniry Press. 2015) hlm. 45-46.

[6]Warul walidin, Saifullah, dan Tabrani, Metodelogi Penelitian Kualitatif Dan Grounded Theory, . . . hlm. 152-153.

[7]Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, (Cet 04. Bandung: Alfabeta. 2008), hlm. 279.

[8]Warul walidin, Saifullah, dan Tabrani. Metodelogi Penelitian Kualitatif Dan Grounded Theory. . . . . . . . .hlm. 75.

[9]Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, . . . . . . . . . . hlm. 08.

[10]Iskandar, Metode Penelitian Kualitatif, (Cet 01. Jakarta: Gaung Persada (GP Press). 2009), hlm. 19.

[11]Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, . . . . . . . . . . . . , hlm. 280-294.

[12]Rochiati Wiriaatmadja. Metode Penelitian Tindakan Kelas. (cet. 07. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. 2008).hlm. 198-210.

[13]Cholid Narbuko, dan Abu Achmadi. Metode Penelitian. (cet. 08. Jakarta: PT Bumi Aksara. 2007).hlm. 158-163.

[14]Iskandar, Metode Penelitian Kualitatif, . . . . . . . . . . . . ,hlm. 170.

[15]Wawancara Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Keguuruan di Perpustakaan UIN Ar-Raniry, tanggal 25 Desember 2017 pukul 10: 45

[16] Saryono, Metodologi Penelitian Kesehatan. (Yogyakarta. Mitra Cendikia Press. 2008).

[17]Mardalis. Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara. 2002).

[18]Heriyanto. A., Sandjaja. Panduan Penelitian. (Jakarta. Prestasi Pustaka. 2006).

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Guru Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali